Dalam abad
ini dunia ekonomi berkembang pesat bahkan sampai dapat dikatakan ekonomi adalah
sebagai bukti bahwa suatu negera dapat dikatakan maju yang dapat dilihat
tingkat kemiskinanya bila tingkat kemiskinannya rendah berarti tingkat kehidupanya
sudah sangat baik maka negara itu dikatakan sudah maju.
Pada
cashflow atau alur uang kas hal ini menjelaskan bagaimana alur uang yang kita
proleh dan memutarkan uang tersebut menjadi lebih berguna.
BAB I
CASH FLOW
PENGERTIAN ARUS KAS (CASH FLOW)
Arus kas (Cash
Flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari
kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi
pembiayaan / pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu
perusahaan selama satu periode.
Hal utama
yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah
memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau
investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
fungsi
likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan
sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada
pengurangan investasi awal
fungsi anti
inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di
masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
capital
growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan
jangka waktu relatif panjang.
Aliran kas
yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu :
Aliran kas awal (Initial
Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran
untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya
pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash
out flow)
Aliran kas operasional (Operational
Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional
proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu
aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow)
dan aliran kas keluar (cash out flow).
Aliran kas akhir (Terminal Cash
Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai
residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan
peralatan proyek.
KETERBATASAN
Cash Flow mempunyai
beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain ;
Komposisi penerimaan dan
pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
Perusahaan hanya berpusat pada
target yang mungkin kurang fleksibel
Apabila terdapat perubahan pada
situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi
estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan
terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya;
kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi
kewajibanya.
MANFAAT
Adapun
kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi
beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
Memberikan seluruh rencana
penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan
transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
Sebagian dasar untuk menaksir
kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu
pengembalian kredit.
Membantu menager untuk
mengambil keputusan kebijakan financial.
Untuk kreditur dapat melihat
kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat
langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
Menentukan minimum kas
Menyusun estimasi penerimaan
dan pengeluaran
Menyusun perkiraan kebutuhan
dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar
kembali pinjaman dari pihak ketiga.
Menyusun kembali keseluruhan
penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget
kas yang final.
BAB II
METODA CASH
FLOW
Pengelolaan
akuntansi keuangan dengan metoda cash flow (aliran kas)
merupakan pendekatan pengelolaan keuangan yang praktikal dan sesuai untuk unit
usaha kecil yang pola pengelolaan keuangannnya masih sederhana. Pengertian cash
flow adalah aliran kas perusahaan yang secara riil diterima dan
dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan operasi, pendanaan, dan investasi.
Aliran kas yang masuk ke perusahaan disebut dengan cash in flow,
sedangkan aliran kas yang keluar dari perusahaan dinamai cash out flow.
Operational
Cash Flow(Aliran Kas Operasional)
Aliran Kas
Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang
berkaitan dengan kegiatan operasi. Operational Cash In Flow(OCIF) meliputi
penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba
perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow(OCOF) meliputi
biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri
atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan
biaya overhead pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk
pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya
administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening
listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.
Financial
Cash Flow(Aliran Kas Pendanaan)
Aliran Kas
Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan
dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF),
meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber
modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan Financial Cash
Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya
tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada
para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang
harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.
Metoda
pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda
pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas
pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi),
pencatatannya dalam perioda bulanan atau bahkan tahunan, bukan harian.
Investment
Cash Flow(Aliran Kas Investasi)
Aliran Kas
Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan
dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF),
meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada
aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa
dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain atas
penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash
Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham
dan obligasi.
Metoda
pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda
pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat
bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian,
maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.
Setelah anda
melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian
catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan,
berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). Masing-masing laporan
aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan
Aliran Kas Operasional, Laporan Aliran Kas Pen-danaan, dan Laporan Aliran Kas
Investasi. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada
pencatatan keuangan usaha kecil.
Mengingat
bahwa metoda ini, sesuai dengan namanya Metoda Cash Flow (arus
kas tunai), maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah
penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya
(jumlah uang tunai sesungguhnya). Namun demikian, metoda ini juga memiliki
kelemahan.
Kelemahan
metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi
hutang dan piutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus
mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit
maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu:
Piutang dan Hutang .
Cash flow
memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:
Cash In
Flow
Pada bagian
ini mengidentifikasikan sumber-sumber dana yang akan diterima, jumlah dananya
dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai,
pejualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap, dan
penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat yaitu; kontinyu
dan intermitan.
Cash
Out Flow
Pada bagian
ini berhubugan dengan mengidentifikasikan semua kas yang sudah diantisipasi,
antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah,
administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow mempunyai dua sifat yang
sama yaitu kontinyu dan intermitan.
Financing (pembiayaan)
Pada bagian
ini menunjukkan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan
dana jika terjadi defisit.
Pada laporan
arus kas juga terdapat beberapa kegiatan (aktivitas) yang dibagi
menjadi:
Aktivitas
Operasi
Aktivitas
operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan.
Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan
dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap
kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari
langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas
pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi
pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.
Cash
Inflow
Cash Inflow adalah arus
kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas
(penerimaan kas). Arus kas masuk (Cash Inflow) terdiri dari :
Hasil penjualan produk / jasa
perusahaan
Penagihan piutang dari
penjualan kredit.
Penjualan aktiva tetap yang
ada. Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
Pinjaman/hutang dari pihak
lain.
Penerimaan sewa dan pendapatan
lain.
Cash
Out Flow
Cash Out
Flow adalah arus
kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran
kas. Arus kas keluar (Cash Out Flow) terdiri dari :
Pengeluaran biaya bahan baku,
tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
Pengeluaran biaya administrasi
umum dan administrasi penjualan.
Pembelian aktiva tetap.
Pembayaran hutang-hutang
perusahaan.
Pembayaran kembali investasi
dari pemilik perusahaan.
Pembayaran sewa, pajak,
deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Aktivitas Investasi
Aktivitas
investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan
perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap
seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat
pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari
perusahaan lain.
Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian
dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian
pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan
piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai
kegiatan investasi pada laporan arus kas.
Aktivitas Pendanaan
Aktivitas
pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor
yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan
pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel
bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran
terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan.
Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR
PUSTAKA
Abeng, Tanri. (2000). Managing
atau Chaos: Tantangan
Globalisasi dan Ketidakpastian.
Institut Pembelajaran
Manajer Paramidana, Pustaka
Sinar Harapan.
Adam Tim, and Goyal Vidhan K,
(2003). Investment opportunity
set and its proxy variables:
theory and evidence. Working
Paper.
Department of Finance, Hong Kong University of
Science & Technology. 1-35.
Agrawal, A, and Mandelker G.
(1987). Managerial incentive and
corporate Investment and
Financing decisions. Journal of
Finance. 42:
823-839.
Aggarwal, R.K., Samwick, A.A.,
(1999). The other side of the
trade-off: the impact of risk
on executive compensation.
Journal of Political
Economy 107 (1), 65– 106.
Ambarish, R.,John, K., and
William, J. (1987). Efficient
Keberagaman sama pengertiannya dengan keanekaragaman, banyak dan
bermacam macam. Sehingga yang dimaksud keanekaragaman kebudayaan adalah
bahwa kebudayaan tersebut bermacam macam, bisa ditinjau dari berabgai
aspek, misalnya dari aspek peralatan dan perlengkapan hidup manusia,
mata pencaharian hidup, sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, bahasa,
kesenian, sistem pengetahuan dan religi/kepercayaan.
Faktor Pembentuk Keberagaman Budaya
Keberagaman kebudayaan terbentuk bukan dengan sendirinya. Fakor utama
pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut.
Selain itu masih ada faktor lain, yaitu :
#1 Lingkungan
Kondisi alam dimana manusia tinggal akan sangat mempengaruhi corak
budaya yang mereka munculkan. Masyarakat petani akan memunculkan alat
alat pertanian seperti cangkul, alaat pembajak tanah dan lain lain.
Begitu pun masyarakat nelayan juga akan memunculkan alat alat untuk
menangkap ikan. Keadaan lingkungan tempat tinggal masyarakat menentukan
sistem mata pencaharian masyarakat tersebut, sehingga memunculkan
berbagai mata pencaharian.
#2 Pertemuan bangsa bangsa
Perpindahan bangsa bangsa pendukung kebudayaan Dongson dari Yunan (Cina
Selatan) ke Nusantara menyebabkan masyarakat Nusantara mengenal
kebudayaan perunggu, cara melebur dan mencetak logam. Candi candi di
Indonesia seperti Borobudur dan Prambanan tidak terlepas dari pengaruh
kebudayaan Hindu dan Budha dari India. Begitu pula pertemuan bangsa
bangsa yang disebabkan karena penjajahan dan perdagangan juga akan
sangat mempengaruhi keanekaragaman kebudayaan yang ada di indonesia.
#3 Kepercayaan yang kuat dan mengakar
Misalnya orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa roh orang yang
meninggal akan tetap abadi selama jasad/jenazahnya masih utuh. Karena
itu jenaza para raja dirawat dan diawetkan, kemudian ditempatkan pada
tempat tempat yang kokoh agar tetap aman. Maka muncullah teknologi
bangun piramida yang sangat hebat dan teknik pengawetan mayat (Mumi)
yang terkenal
#4 Faktor Ras
Penelitian Antropologi Fisis menyatakan bahwa perbedaan antar ras (induk
bangsa) terletak pada ciri ciri tubuhnya. Tetapi ada pula yang
berpendapat bahwa selain segi fisiknya, ada perbedaan juga pada segi
jiwa dan rohaninya Perbedaan itu memungkinkan adanya perbedaan budaya.
Faktor Penyebab Perubahan Budaya
Kebudayaan selalu berubah, unsur unsur yang ada didalam siatu kebudayaan
akan selalu beradaptasi dengan keadaan lingkungan fisik, geografis dan
lingkungan sosial. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan suatu
kebudayaan berubah, yaitu sebagai berikut :
#1 Faktor Latar Belakang Historis
Sebagai contoh Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari
Yunan, yaitu wilayah Cina bagian selatan. mereka pindah dan melakukan
perjalanan hingga sampai ke pulau pula di Nusantara. Sebelum sampai di
kepulauan nusantara, mereka telah berhenti di berbagai tempat dan
menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa
generasi.
Selama bermukim di tempat tempat tersebut mereka telah melakukan
adaptasi dengan lingkungan lingkungannya, mereka juga mengembangkan
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan keterampilan khusus sebelum
melakukan perjalanan kembali. Perbedaan jalur perjalanan, proses
adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda dan perbedaan
pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan
suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia.
#2 Faktor Manusia
Manusia dianggap sebagai makhluk paling sempurna karena dikarunia cipta,
rasa dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan akal manusia mampu
menghasilkan karya, hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau
kebudayaan kebendaan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dengan perasaan manusia mampu membedakan baik buruk, indah jelek. Karsa
merupakan upaya manusia untuk melindungi diri terhadap kekuatan kekuatan
lain yang ada dalam masyarakat.
Kekuatan kekuatan tersembunyi yang ada dalam masyarakat tidak selamanya
baik. Untuk menghadapi kekuatan kekuatan buruk, manusia terpakasa
melindungi diri dengan menciptakan kaidah kaidah yang pada hakikatnya
merupakan petunjuk petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak
dan berperilaku dalam pergaulan hidup. Dengan ketiganya itu manusia
dapat menciptakan suatu kebudayaan yang bersifat meterial maupun non
material.
#3 Faktor Lingkungan Alam (Kondisi Geografis)
Terjadinya gempa bumi, angin topan, banjir besar, gunung meletus,
kemarau yang berkepanjangan, dan lain lainnya yang menyebabkan
masyarakat yang mendiami suatu daerah terpaksa harus meninggalkan tempat
tinggalnya. Dan saat itulah masyarakt tersebut akan beradaptasi dengan
sendirinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara membentuk
atau menciptakan kebudayaan yang baru.
#4 Faktor perubahan Nilai Nilai dan Sikap
Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan
serta berpedoan kepada nilai nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat.
Di lain pihak nilai nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku
manusia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu
sendiri.
Dikatakan demikian karena nilai nilai tersebut adalah sekumpulan
perorangan, kelompok atau masyarakat tidak petut terhadap obyek material
maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita citakan dan
dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
#5 Pengaruh Kebudayaan lain
Dengan adanya hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia di dalam
masyarakat akan terjadi kontak dan pertukaran budaya dari satu individu
ke individu lainnya. Keadaan seperti ini mendorong terjadinya proses
perubahan suatu kebudayaan yang ada di dalam suatu masyarakat. Proses
perubahan kebudayaan antara lain asimilasi, akulturasi, enkulturasi dan
inovasi.
#6 Faktor Kemajuan Teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan
perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio
mempunyai efek pada lapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama,
pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.
#7 Perubahan Kependudukan
Perubahan kependudukan bisa terjadi karena adanya gerak kemasyarakatan.
Gerak kemasyarakatan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu gerak
ekemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal
.
Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia. Bermacam
macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota anggotanya
seperti kekuatan alam maupun kekuatan kekuatan lain dalam masyarakat itu
sendiri yang tidak terlalu baik baginya.
Manusia juga mempunyai banyak kebutuhan agar kehidupannya nyaman dan
tentram. Dengan akal manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat
menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk menghadapi
berbagai macam kekuatan dalam kehidupannya.
Keberagaman budaya di Indonesia mempunyai berbagai manfaat bagi Indonesia sendiri, antara lain sebagai berikut:
Dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia
Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata
Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi masyarakat.
Jika difasilitasi dengan baik, maka keberagaman budaya dapat meingkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Mendorong integrasi nasional.
Contoh Keberagaman Budaya Lokal di Masyarakat Setempat
#1 Keberagaman Suku Bangsa
Suku bangsa Jawa merupakan komunitas terbesar dari penduduk di
Indonesia, diikuti dengan suku bangsa Sunda, Madura, Minangkabau, Bugis,
Batak, Bali, Ambon, Dayak, dan sebagainya.
Menurut Van Vollenhoven suku bangsa Indonesia diklasifikasikan menjadi
19 daerah suku bangsa yaitu Aceh, Gayo Alas dan Batak, Nias dan Batu,
Minangkabau, Mentawai, Sumatera Selatan, Melayu, angka dan Belitung,
Kalimantan, Minahasa, Sangir dan Talaud, Gorontalo, Toraja, Sulawesi
Selatan, Ternate, Ambon, Kepulauan Barat Daya, Irian, Timor, Bali dan
Lombok, Jawa Tengah dan Jawa TImur, Surakarta dan Yogyakarta dan Jawa
Barat.
#2 Keberagaman Bahasa
Di Indonesia ada sekitar 250 bahasa dan dialek yang dikelompokkan
berdasarkan keompok suku bangsa yang hidup tersebar di nusantara. Bahasa
lokal atau bahasa daerah yang utama di Indonesia antara lain bahasa
Aceh, Batak, Betawi, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis, Ambon,
Irian dan bahasa bahasa daerah lainnya. Diantara bahasa bahasa daerah
tersebut terdapat ragam dialek yang berbeda beda. Bahasa nasional
Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan
diberi nama bahasa Indonesia. Struktur bahasa Indonesia merupakan bahasa
Melayu yang diperkaya oleh bahasa bahasa daerah Nusantara.
#3 Keberagaman Agama
Di Indonesia para penduduknya megnantu beberapa agama, yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu.
#4 Keberagaman Kesenian
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki senian dan kebudayaan yang
berbeda. Sebagai contoh suku Jawa memiliki alat musik yang bernama
gamelan, sedangkan suku Sunda memiliki alam musik yang bernama angklung.
#5 Keberagaman Tradisi
a. Tradisi Upacara Labuhan Merapi
Tradisi budaya ini dilaksanakan setiap tanggal 30 rajab sebagai
serangkaian kegiatan upacara penobatan Sri Sulttan Hamengkubowono X
sebagai sultan Ngayogyakarta Hadiningrat.
b. Tradisi Ngaben
Adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh para penganut agama
Hindu Bali. Upacara ini dilaksanakan antara bulan Juni-September yang
merupakan kesempatan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan untuk
mengabdikan dirinya kepada orangtua yang sudah meninggal dan belum
sempat di-aben, tetapi telah dikubur.
c. Tradisi batapung tawar maayun
Adalah upacara menyiapkan menjadi seorang anak yang merupakan tradisi
budaya masyakat martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin
d. Tradisi era era tu urau
Adalah upacara tindik telinga untuk gadis gadis yang menginjak dewasa, yang merupakan tradisi budaya suku bangsa Waropen, Papua.
e. Tradisi adat Jawa
Beberapa tradisi masyarakat jawa diantaranya
Brokohan, yaitu upacara kelahiran bayi
Selapanan, yaitu upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir. Upacara ini dilaksanakan pada hari ke 35 setelah kelahiran
Tedhak sinten, yaitu upacara bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama kali turun tanah
Tetasan, yaitu upacara khitanan untuk puteri raja yang telah berusia 8 tahun
Supitan, yaitu upacara khitanan untuk putera bangsawan yang sudah berusia 14 tahun
Tarapan, yaitu upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan
f. Tradisi Perkawinan Batak
Dalam proses perkawinan masyarakat suku batak memiliki beberapa tahapan yaitu
Tahap martandang, artinya mencari jodoh. Seorang laki laki
bertandang ke rumah marga ibu untuk mencari seorang gadis yang akan
dijadikan istri
Tahap marhusip. Setelah terjadi kesepakatan, pihak laki laki
mengirim utusan yang disebut domu domu yang bertugas untuk
menindaklanjuti keinginan pihak laki laki untuk meminang gadis
pilihannya.
Dialap jual. Pihak pengantin laki laki membawah jual (bahan makanan
yang diusung di kepala dan menjemput pengantin wanita). Upacara ini
berlangsung di halaman rumah pengantin wanita. Apabila upacara ini
berlangsung di halaman rumah mempelai pria, upacaranya disebut ditaruhon
jual.
Pembagian jambar (hewan). Pihak mempelai pria menyerahkan seekor
babi kepada pihak mempelai wanita. Pada pembagian daging hewan ini harus
disepakati bagian apa saja yang harus diberikan kepada keluarga
mempelai wanita.
Prosesi di gedung pertemuan adat. Kedua mempelai menuju pelaminan yang disambut dengan tari tor tor sebagi pembukaan
Pemberian Ulos. Keluarga mempelai pria memberikan ulos kepada pihak
mempelai wanita. Manka dari upacara ini agar kedua mempelai selalu hidup
bersama sama dalam suka maupun duka.
g. Tradisi Dugderan di Kota Semarang
yaitu tradisi dalam rangka menyerakkan bulan puasa, dengan mengusung
warak ngendog sebagai ikonnya, yaitu binatang yang menyerupai
persilangan naga dan kuda yang dilengkapi dengan sebutir endhog (telur). ndonesia kaya akan ragam seni budaya sudah
semestinya Indonesia berbangga, maka sudah selayaknya bagi bangsa dan
masyarakat negeri ini untuk melestarikan dan menjaga ragam seni budaya yang ada di Indonesia ini. Jadi tidak mustahil jika banyak hasil cipta rasa dan karya dalam berbagai adat dan ragam seni budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.
Dalam pembahasan ragam seni budaya mempunyai pengertian untuk Seni budaya berasal dari dua suku kata Seni - Budaya. Untuk kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal yang diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Tapi semua
terangkum menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber- BINEKA TUNGGAL IKA dengan menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan Pancasila.
Secara devinisi budaya dapat di artikan sebegai tata cara hidup manusia
yang dilakukan secara kelompok atau masyarakat, dan di wariskan
turun-temurun dari generasi ke generasi.
Sedangkan
Seni adalah ide atau gagasan proses dari sebuah pemikiran manusia, dan
oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa
dilihat dalam intisari ekspresi dan sebuah cipta rasa manusia dalam
kreatifitas. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai,
disebab masing-masing individu manusia mempunyai cita rasa yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya.
Beberapa
para ahli devinisi mengartikan bahwa seni merupakan sebuah aktifitas
dalam perbuatan yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat
memberi kepuasan tersendiri dalam jiwa suatu manusia. Sebuah seni juga
bisa kita gambarkan dari sebuah penjiwaan yang dalam, dan berbeda antara
orang satu dengan yang lainnya.
Keanekaragaman
budaya Indonesia dariSabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak
ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan terus
dilestarikan. Tetapi, sayangnya, sebagai anak bangsa masih banyak yang
tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya tato di Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum ter ekdplorasi. Bagi
penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa
ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya
mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah
menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona
alam dan lautnya.
Tato kebudayaan indonesia
Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesiajuga
terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang
merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang
ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana
mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga
mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai
dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga
perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban
kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Contoh dari kebudayaan rakyat pesisir adalah pesta laut yang dipersembahkan untuk para leluhur
Pesta laut
Masyarakat pesisir indonesia
Dari
berbagai kebudayaan yang ada sebagai generasi muda Indonesia patutnya
kita bangga dan berusaha menghalau budaya-budaya luar yang mampu
menggerus kearifan budaya lokal Indonesia dengan semangat juang dan
nilai dasar Pancasila.
Alat musik di Indonesia sebenarnya sangat banyak macamnya, contoh saja seperti gendang dari yogyakarta, gamelan dari jawa tengah, Angklung dari jawa barat, bende dari lampung dan masih banyak lagi. tapi
heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan
alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara
besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya
sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada
agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.
Gendang, Yogyakarta Angklung, Jawa Barat
>> Tarian
Tarian Indonesia mencerminkan
kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.tetapi
kebanyakan dari orang indonesia sudah terpengaruh oleh budaya asing atau
luar. setiap suku bangsa di Indonesia pasti memmpunyai tarian khas
daerahnya sendiri-sendiri. Tradisi kuno tarian dan drama ini biasanya diajarkan seperti di sanggar-sanggar tari dan juga sekolah.
Seni tari di indonesia juga bisa masuk kedalam beberapa golongan, Dalam katagori sejarah, seni
tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah,
era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan
pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari
istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari
rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam
dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
contoh gambar tarian bercorak prasejarah dari suku pedalaman
Tarian
di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga
bangsawan; berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan
di berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari
budaya istana. Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian
rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa. Masyarakat Jawa yang
berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya. Jika golongan
bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur
spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan; masyarakat kebanyakan lebih
memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya
tarian istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin
yang dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat
lebih bebas, dan terbuka atas berbagai pengaruh.
Perlindungan
kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata
kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para
Sultan dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisigamelan pengiring tarian tersebut.
Tarian
Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan
sosial dari masyarakatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan
derajat kehalusannya. Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari rakyat
adalah tari yang dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik
di pedesaan maupun di perkotaan. Dibandingkan dengan tari istana
(keraton) yang dikembangkan dan dilindungi oleh pihak istana, tari
rakyat Indonesia lebih dinamis, enerjik, dan relatif lebih bebas dari
aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa
langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap
dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial
pergaulannya daripada fungsi ritual.
Tari
tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa
Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa,
tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu,
tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang
sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga
kini. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam
kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai
hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru
ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah
sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni
tari tradisional.
Sekolah seni tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar,Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya
mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan
mengembangkan seni tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival
tertentu seperti Festival Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama
bagi seniman tari Bali untuk menampilkan tari kreasi baru karya mereka.
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi
Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri
murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya
dan kultur masyarakatsunda.Didalam bahasaSunda diajarkanbagaimana
menggunakan bahasa halus untuk orang tua.
- Sisingaan- Wayang golek- Jaipongan
- Tarian Ketuk Tilu- Rampak - Kendang
- Suling- kecapi- gong,calung
2.Budaya masyarakat jawaOrangJawaterkenaldenganbudayaseninyayang
terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha,
- wayang. - batik
- keris- gamelan
3.Budaya masyarakat batak Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen
Protestan, mereka mempunyai sistemkepercayaandanreligitentang Mulajadi
Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud
dalam Debata Natolu. Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga
konsep, yaitu:
Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena
itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di
Latar Belakang
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada
di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang
tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat
majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia
juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang
merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang
ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana
mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga
mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai
dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga
perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban
kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses
asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya
jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan
meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan
kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu.
Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat
keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak
saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman
budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan
kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat
dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya.
Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan
tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat
Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan
yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak
hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga
meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal
Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri
Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu.
Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti
yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di
Indonesia. Singgungan-singgungan peradaban ini pada dasarnya telah
membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan
perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan
mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban
itu. Sehingga tidak salah jika Indonesia dikatakan sebagai pusat
peradaban dunia, sebagaimana banyak para peneliti barat yang telah
mengungkap hal itu. Dengan tulisan singkat ini, kami mencoba untuk
mebahas keragaman budaya yang sangat luas ini, berharap menemukan
pemahaman yang kiranya bisa membantu dalam proses belajar kita semua.
Rumusan masalah
1. 2. 3. 4. Apa itu kebudayaan Indonesia? Seperti apa keberagaman budaya
di Indonesia? Hal-hal apa yang akan kita lakukan untuk memelihara
budaya Indonesia? Bagaimana menyikapi kebudayaan yang beragam untuk
menjaga persatuan bangsa?
1
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian
Sebelum kita memahami kebudayaan Indonesia, terlebih dahulu patut
kiranya kita memahami arti kebudayaan itu sendiri, kata kebudayaan dalam
bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan
demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang bersankutan dengan
budi dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan dengan
istilah culture. Dalam bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini
di ambil dari bahasa latin colore yg berarti mengolah, mengerjakan,
menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian culture atau
cultuur diartikan sebagai segala kegiatan manusiauntuk mengolah dan
mengubah alam. ada pula yang berpendapat bahwa kata budaya dari budi
daya yang berarti daya dari budi, yaitu berupa cipta, karsa, dan rasa.
Adapun dari segi terminologi, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan
adalah keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan belajar. Mengenai kebudayaan Indonesia atau kebudayaan nasional
banyak pengertian yang diungkapkan oleh lembaga maupun para Ahli.
Berikut beberpa pendapat masing-masing: 1. Menurut TAP MPR No. II tahun
1998 Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan
cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya
upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai
bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada
pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. 2. Menurut
KI Hajar Dewantara Kebudayaan nasional adalah puncak-puncak dari
kebudayaan daerah. 3. Menurut Koenjaraningrat Kebudayaan nasional adalah
kebudayaan yang khas dan bermutu dari suku bangsa manapun asalnya asal
bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga[2]. Dari
beberapa pengertian di atas dapat kita ambil garis merah dari sebuah
kebudayaan nasional, bahwa kebudayaan nasioanal adalah sebuah kumpulan
dari karya, karsa manusia Indonesia yang berasal dari semua daerah yang
ada, yang mana merupakan puncak dari segala budaya yang beragam itu.
Unsur-unsur Kebudayaan
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Clyde Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur kebudayaan, yakni sebagai
berikut: Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan,
alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan
sebagainya). Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian,
perternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya) Sistem
kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum,
sistem perkawinan, dan seterusnya) Bahasa (lisan maupun tertulis)
Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya) Sistem
pengetahuan
2
7.
Sistem kepercayaan (religi)
Faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi
lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social,
politik, dan budaya yang berbedabeda, seperti bahasa, adat istiadat
serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan idaentitas yang
berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki
kebudayaan local yang sangat beragam. Ada beberapa faktor antara lain :
1. Keberagaman suku bangsa 2. Keberagaman bahasa dan dialek 3.
Keberagaman agama 4. Keberagaman seni dan budaya 5. Faktor Pembentukan
budaya 6. Faktor Perubahan budaya
Cintoh-contoh Budaya Lokal
1. Budaya masyarakat sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung
tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah
(someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua.
Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda
diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. -
Sisingaan - Wayang golek - Jaipongan - Tarian Ketuk Tilu - Rampak -
Kendang - Suling - kecapi - gong,calung 2. Budaya masyarakat jawa Orang
Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama
Hindu-Buddha, - wayang. - batik - keris - gamelan 3. Budaya masyarakat
batak Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka
mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang
memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud
dalam Debata Natolu. Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal
tiga konsep, yaitu: Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang
merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia.
Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi
meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau
meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon
yang menawannya. Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki
seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang
memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang
dimiliki para raja atau hula-hula. Begu : adalah tondi orang telah
meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya
muncul pada waktu malam.
3
Manfaat Keberagaman Budaya
Tidak semua Negara memiliki keberagaman budaya seperti yang dimiliki
Indonesia. Dengan demikian keberagaman budaya memberikan manfaat bagi
bangsa kita. Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud
dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa
Indonesia. Dalam bidang pariwisata, keberagaman budaya dapat di
jadikan objek dan tujuan pariwisata di indonesia yang bisa mendatangkan
devisa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia masing-masing
daerah dapat pula di jadikan acuan bagi pembangunan nasional.
Masalah Akibat Keberagaman Budaya
Selain membawa manfaat, keberagaman budaya pun memiliki dampak negative.
Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang sama cirri-ciri, kehendak dan
adat istiadatnya tetunya lebih mudah daripada mengurus sejumlah orang
yang semuanya bebedabeda mengenai hal hal terrsebut. Potensi terpendam
untuk terrjadinya konflik karena ketegangan antar suku bangsa dan
golongan tidak bisa di abaikan begitu saja.
Ragam budaya Indonesia.
Jika kita berbicara ragam budaya, ragam budaya di Indonesia merupakan
keniscayaan, sebagaimana kita ketahui Negara Indonesia adalah Negara
kepulauan, jumlah pulau yang ada sejauh ini yang diketahui berjumlah
13.667 pulau. Dan yang dihuni sebanyak 6000 pulau dengan jumlah penduduk
diatas 200 juta, dalam 30 kestuan suku bangsa. Tentunya kebudayaan pun
akan berbeda-beda dengan berbeda-bedanya kepulauan, sehingga jika
disebutkan satu persatu kebudayaan tersebut tentunya tidak menampung
untuk lokasi sempit ini. Yang jelas, sejauh ini kebudayaan yang beragam
tersebut tidak pernah membawa kita pada konflik yang besar dalam
kesatuan Negara kita, bahkan ragam budaya di Indonesia merupakan nilai
etik yang dimiliki bangsa ini, yang membuat bangsa ini di segani dalam
kacamata internasional, sebagaimana yang dikatakan Benedic Anderson
adalah sebuah imajinasi[3]. Karena hanya bangsa Indonesia yang mampu
hidup berdampingan diantara satu budaya dan budya lainnya yang
dimiliknya dengan aman dan damai, bahkan saling memasuki satu sama lain.
padahal pada kenyataannya hal ini tentunya akan menimbulkan konflik.
Sehingga harus diakui bahwa ada keanekaragaman budaya. Namun harus
diakui pula bahwa keanekaragaman budaya itu tidak mengandaikan satu
perbedaan yang tidak terjambatani. (Andre Ata Ujan dkk, 2009: 34) maka
sesungguhnya dalam keanekaragaman budaya selalu terdapat nilai-nilai
bersama yang menjadi titik temu dalam membangun relasi sosial. Tetapi
titik temu ini seperti sudah dikemukakan dalam essensialisme budaya,
bukan merupakan budaya untuk memaksa pola dan paradigm dari budaya
tertentu agar menjadi satu nilai yang diterima secara universal,
melainkan melihat apa yang sesungguhnya merupakan nilai yang dikejar
tanpa apriori (pendekatan anti essensialist)[4] Dengan demikian
keragaman budaya di Indonesia bukanlah masalah bagi keberlangsungan
hidup masyarakat, namun bahkan bisa menjadi pendukung satu sama lain,
apa lagi ragam budaya tersebut berdasar pada ideology bangsa ini yakni
pancasila, sehingga akan terbentuklah sebuah masyarakat yang damai dan
bertoleransi tinggi.
4
Menjaga Kebudayaan Indonesia
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebudayaan nasional
kita, seperti mencintai budaya sendiri atau mengadakan acara kompetisi
seni budaya, atau seperti: 1. Mengadakan kesenian daerah sebagai
ekstarkulikuler Ekstrakulikuler adalah suatu sarana pengembangaan bakat
dan minat peserta didik di sekolah. Sehingga mereka dapat mengembangkan
potensi dan bakat yang ada di dalam diri mereka. Bila dikaitkan dengan
kebudayaan indonesia, memang masih ada beberapa sekolah yang menyediakan
ekstarkulikuler berupa tarian tradisional namun, bila dibandingkan
dengan sekolah-sekolah yang mengadakan ekstrakulikuler ala barat seperti
break dance maka, jumlah minoritas ada dikebudayaan indonesia. Bila
dicanangkan kebudayaan indonesia seperti: tarian, seni suara, dan
permainan menjadi ekstrakulikuler yang diutamakan, maka bakat para
peserta dididk yang belum dapat tersalurkan dengan baik akan tersalurkan
dengan baik. Sehingga potensi mereka pun menjadi potensi berkembangnya
dan melekatnya kebudayaan indonesia di indonesia. 2. Mengadakan berbagai
jenis perlombaan yang bertemakan kebudayaan Budaya indonesia yang
sangat beraneka ragam dan tercipta dengan proses yang sangat panjang
namun, pada saat ini akar-akar budaya yang sangat berharga bahkan tak
ternilai harganya diabaikan, dilupakan, dan sengaja ditinggalkan.
Sehingga wajar saja jika kebudayaan kita satu persatu “diculik” oleh
Negara tetangga, sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk itu
kiranya penting untuk memlihara kebudyaan kita dengan mengadakan
lomba-lomba yang bernafaskan kebudyaan, sehingga nilai-nilai penting
kebudayaan bisa tertanam sedini mungkin pada peserta lomba. 3.
Mengadakan seminar dan pertunjukan kebudayaan Dengan mengadakan seminar
dan pertunjukan kebudayaan indonesia, diharapkan dapat menimbulkan rasa
cinta dan bangga terhadap budaya indonesia. Bila kita menganalisis,
mengapa budaya barat cepat berkembang di indonesia. Bahkan, dapat
menggusur kebudayaan asli indonesia adalah karena faktor publikasi.
Publikasi yang sangat gencar dilakukan di berbagai media cetak maupun
elektronik membuat genarasi muda indonesia menjadi penasaran dan ingin
mencobanya. Pada saat mereka mencoba, mereka akan merasa sangat senang
karena hal ini disebut-sebut sebagai trensenter dan termasuk hal yang
modern. Bila kita mau lebih banyak mempublikasikan budaya kita sendiri,
bukan hal yang mustahil indonesia menjadi negara terbesar karena
keragaman budayanya. Faktanya kita sedikit lalai saja sudah ada 32
kebudayaan kita yang diklaim oleh negara/oknum lain. Usaha-usaha di
atas, hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa kita lakukan untuk
memelihara kebudayaan Indonesia, yang pada orientasinya adalah
tergantung pada diri kita sendiri. Sudah sepantasnya generasi muda untuk
bangkit mempertahankan kebudayaan mereka yakni budaya indonesia guna
bersaing dengan budaya luar, lebihlebih pada era globalisasi ini.
Menyikapi keragaman budaya di Indonesia.
Dalam menyikapi kebudayaan yang beragam di Negara Indonesia, kita bisa
melihat beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para pemikir kita,
seperti apa yang telah dilakukan oleh lembaga penelitian kebudayaan
Indonesia yang kita kenal dengan LIPI (Lembaga Ilmu dan Penelitian
Indonesia), yang kemudian berkesimpulan bahwa sesungguhnya keberagaman
budaya yang kita miliki harus kita lestarikan, karena hal itu merupakan
ciri khas bangsa Indonesia, dengan keberagaman itulah Indonesia akan
jaya.
5
Sejalan degan hal itu, UNESCO juga telah mendeklarasikan akan
pentingnya menjaga sebuah keanekaragaman dalam berbudaya, sebagaimana
yang kami kutip dalam Harian Kompas yang kami akses di internet, bahwa
deklarasi tersebut telah terjadi tanggal 20 november 2001 di paris
prancis. Deklarasi tersebut mempunyai dua tujuan yakni melestarikan
keanekawarnaan budaya sebagai harta hidup yang dapat diperbarui sehingga
tidak boleh dianggap warisan yang tidak berubah, melainkan sebagai
proses yang menjamin kelangsungan hidup manusia. Tujuan lain adalah
untuk menghindari segregasi dan fundamentalisme yang ingin menghalalkan
perbedaan atas nama kebudayaan sehingga bertentangan dengan Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia. Tambahan pula, keberagaman budaya bangsa
Indonesia memberikan nilai estetika tersendiri dalam tatanan kehidupan,
sehingga dengan begitu nilai-nilai kebudayaan semakin berkembang dengan
diikuti oleh nilai-nilai toleransi dalam masyarakat kita. Adapun dalam
menyikapi keberagaman budaya di Indonesia, kita tidak akan terlalu
dibuat repot, karena sejauh ini, di tengah keragaman budaya yang
menyelimuti bangsa ini, kita tidak pernah dihadapkan dengan pertentangan
atau perseteruan dikalangan pemegang budaya masing-masing. Karena pada
hakikatnya keragaman tersebut telah diatur dalam undang-undang dasar
yang kemudian menyatukannya dalam sebuah wadah yakni kebudayaan nasional
atau kebudayaan bangsa[7]. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana
pergulatan antara budaya kita yang beragam ini dengan budaya dari luar
yakni budaya asing, yang mana dewasa ini sedang keras-kerasnya arus
akulturasi budaya luar menyerang kebudayaan negeri kita. Sehingga kita
sering dihadapkan dengan keadaan budaya kita yang terkadang kita temukan
di ujung tanduk. Pergulatan budaya kita dengan budaya luar lebih
disebabkan dan dimulai dengan dijajahnya bangsa kita oleh beberapa
Negara Eropa, yang mana hal ini telah memakan sebagian dari budaya kita,
yang sampai kita merdeka, hal itu tetap berjalan karena keterlenaan
kita menikmati permainan mereka, sehingga muncullah sebagaimana yang
dikatakan M. tasrif dalam artikel beliau istilah kebudayaan dan relasi
yang timpang. Lantas bagaimanakah cara kita menghilangkan relasi yang
timpang tersebut?. Dewasa ini, ada dua bentuk sikap yang muncul untuk
melakukan perubahan, pertama adalah sikap reaktif yakni dengan cara
menolak dan bahkan kalau dapat menghancurkan produk-produk kebudayaan
luar. Yang kedua adalah sikap kreatif yakni menjadikan produk kebudayaan
luar sebagai bahan untuk diolah kembali secara kreatif dan disesuaikan
dengan kebudayaan saetempat. Dalam orientasinya sikap yang pertama
sejauh ini tidak memberikan hasil apapun, bahkan semakin memperburuk
keadaan seperti hilangnya nyawa dan harta, hal inilah yang dewasa ini
kita kenal dengan terorisme. Adapun yang kedua lebih efektif, karena
dengan hal itu kita bisa bersaing dengan kebudayaan luar meski awalnya
kita awali dengan mengambil budayanya. Dalam proses kreatif ini, Ki
Hajar Dewantara mengemukakan tiga hal yang dikenal dengan “tri-kon”,
yaitu: konsentrisitas, kontinuitas, dan konvergensi. Dimana yang pertama
bermakna menekankan adanya sesuatu inti (sentrum) dari mana suatu
budaya mulai digerakkan. Dan yang kedua bermakna menunjuk perkembangan
suatu kebudayaan dalam waktu: hari ini adalah lanjutan hari lampau dan
akan berlanjut ke hari esok. Adapun yang ketiga adalah menunjuk gerak
kebudayaan dalam ruang, dimana kebudayaan yang berbedabeda akan menuju
ke satu kebudayaan dunia yakni kebudayaan umat manusia. Dengan demikian
dalam menyikapi kebudayaan bangsa kita yang beragam ini, perlu adanya
kesadaran diri untuk mencintai budaya sendiri dengan tidak terlalu
membudayakan budaya luar, misalnya dengan menggali nilai-nilai inti atau
idiologi bangsa kita, (dalam hal ini pancasila) guna membentuk sebuah
ukuran bermu’amalah dari nilai dasar tersebut agar tercipta sebuah
budaya yang mengakar dalam inti ideologi tersebut yang pada hakikatnya
menjadi ruh bangsa Indonesia sendiri.
6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan bersama yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia yang merupakan puncak tertinggi dari kebudayaan-kebudayaan
daerah. Kebudayaan nasional sendiri memiliki banyak bentuk karena pada
daasarnya berasal dari jenis dan corak yang beraneka ragam, namun hal
itu bukanlah menjadi masalah karena dengan hal itulah bangsa kita
memiliki karakteristik tersendiri. Untuk memelihara dan menjaga
eksisitensi kebudayaan bangsa kita, kita bisa melakukan banyak hal
seperti mengadakan lomba-lomba dan seminar-seminar yang bernafaskan
kebudayaan nasional sehigga akan terjagalah kebudayaan kita dari
keterpurukan karena persaingan dengan budaya luar. Dan dalam menyikapi
keberagaman yang ada kita harus bisa bercermin pada inti kebudayaan kita
yang beragam itu karena pada dasarnya segalanya bertolak pada ideology
pancasila. Untuk menghadapi dampak negatif keberagaman budaya tentu
perlu dikembangkan berbagai sikap dan paham yang dapat menikis
kesalahpahaman dan membangun benteng saling pengertian. Gagasan yang
menarik untuk diangkat dalam konteks ini adalah multikulturalisme dan
sikap toleransi dan empati.
Saran
Peran pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik nasional
yang dapat mengakomodasikan aprisiasi masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang berbeda beda. Peran masyarakat meminimalkan perbedaan
yang ada dan berpijak pada kesamaan kesamaan yang dimiliki oleh setiap
budaya daerah.
7
DAFTAR PUSTAKA
http://www.anneahira.com/7-unsurkebudayaan.htmhttp://ltoeti.wordpress.com/2009/01/31/faktor-faktor-penyebabkeberagaman-budaya/
http://www.anneahira.com/macam-macam-budaya.htm
8