Pengertian Keberagaman Budaya di Indonesia
Keberagaman sama pengertiannya dengan keanekaragaman, banyak dan
bermacam macam. Sehingga yang dimaksud keanekaragaman kebudayaan adalah
bahwa kebudayaan tersebut bermacam macam, bisa ditinjau dari berabgai
aspek, misalnya dari aspek peralatan dan perlengkapan hidup manusia,
mata pencaharian hidup, sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, bahasa,
kesenian, sistem pengetahuan dan religi/kepercayaan.
Faktor Pembentuk Keberagaman Budaya
Keberagaman kebudayaan terbentuk bukan dengan sendirinya. Fakor utama
pembentuk keberagaman adalah manusia yang memiliki kebudayaan tersebut.
Selain itu masih ada faktor lain, yaitu :
#1 Lingkungan
Kondisi alam dimana manusia tinggal akan sangat mempengaruhi corak
budaya yang mereka munculkan. Masyarakat petani akan memunculkan alat
alat pertanian seperti cangkul, alaat pembajak tanah dan lain lain.
Begitu pun masyarakat nelayan juga akan memunculkan alat alat untuk
menangkap ikan. Keadaan lingkungan tempat tinggal masyarakat menentukan
sistem mata pencaharian masyarakat tersebut, sehingga memunculkan
berbagai mata pencaharian.
#2 Pertemuan bangsa bangsa
Perpindahan bangsa bangsa pendukung kebudayaan Dongson dari Yunan (Cina
Selatan) ke Nusantara menyebabkan masyarakat Nusantara mengenal
kebudayaan perunggu, cara melebur dan mencetak logam. Candi candi di
Indonesia seperti Borobudur dan Prambanan tidak terlepas dari pengaruh
kebudayaan Hindu dan Budha dari India. Begitu pula pertemuan bangsa
bangsa yang disebabkan karena penjajahan dan perdagangan juga akan
sangat mempengaruhi keanekaragaman kebudayaan yang ada di indonesia.
#3 Kepercayaan yang kuat dan mengakar
Misalnya orang Mesir Kuno memiliki kepercayaan kuat bahwa roh orang yang
meninggal akan tetap abadi selama jasad/jenazahnya masih utuh. Karena
itu jenaza para raja dirawat dan diawetkan, kemudian ditempatkan pada
tempat tempat yang kokoh agar tetap aman. Maka muncullah teknologi
bangun piramida yang sangat hebat dan teknik pengawetan mayat (Mumi)
yang terkenal
#4 Faktor Ras
Penelitian Antropologi Fisis menyatakan bahwa perbedaan antar ras (induk
bangsa) terletak pada ciri ciri tubuhnya. Tetapi ada pula yang
berpendapat bahwa selain segi fisiknya, ada perbedaan juga pada segi
jiwa dan rohaninya Perbedaan itu memungkinkan adanya perbedaan budaya.
Faktor Penyebab Perubahan Budaya
Kebudayaan selalu berubah, unsur unsur yang ada didalam siatu kebudayaan
akan selalu beradaptasi dengan keadaan lingkungan fisik, geografis dan
lingkungan sosial. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan suatu
kebudayaan berubah, yaitu sebagai berikut :
#1 Faktor Latar Belakang Historis
Sebagai contoh Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari
Yunan, yaitu wilayah Cina bagian selatan. mereka pindah dan melakukan
perjalanan hingga sampai ke pulau pula di Nusantara. Sebelum sampai di
kepulauan nusantara, mereka telah berhenti di berbagai tempat dan
menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa
generasi.
Selama bermukim di tempat tempat tersebut mereka telah melakukan adaptasi dengan lingkungan lingkungannya, mereka juga mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan kembali. Perbedaan jalur perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda dan perbedaan pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia.
Selama bermukim di tempat tempat tersebut mereka telah melakukan adaptasi dengan lingkungan lingkungannya, mereka juga mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan kembali. Perbedaan jalur perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda dan perbedaan pengalaman serta pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia.
#2 Faktor Manusia
Manusia dianggap sebagai makhluk paling sempurna karena dikarunia cipta,
rasa dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan akal manusia mampu
menghasilkan karya, hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau
kebudayaan kebendaan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dengan perasaan manusia mampu membedakan baik buruk, indah jelek. Karsa
merupakan upaya manusia untuk melindungi diri terhadap kekuatan kekuatan
lain yang ada dalam masyarakat.
Kekuatan kekuatan tersembunyi yang ada dalam masyarakat tidak selamanya baik. Untuk menghadapi kekuatan kekuatan buruk, manusia terpakasa melindungi diri dengan menciptakan kaidah kaidah yang pada hakikatnya merupakan petunjuk petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan hidup. Dengan ketiganya itu manusia dapat menciptakan suatu kebudayaan yang bersifat meterial maupun non material.
Kekuatan kekuatan tersembunyi yang ada dalam masyarakat tidak selamanya baik. Untuk menghadapi kekuatan kekuatan buruk, manusia terpakasa melindungi diri dengan menciptakan kaidah kaidah yang pada hakikatnya merupakan petunjuk petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan hidup. Dengan ketiganya itu manusia dapat menciptakan suatu kebudayaan yang bersifat meterial maupun non material.
#3 Faktor Lingkungan Alam (Kondisi Geografis)
Terjadinya gempa bumi, angin topan, banjir besar, gunung meletus,
kemarau yang berkepanjangan, dan lain lainnya yang menyebabkan
masyarakat yang mendiami suatu daerah terpaksa harus meninggalkan tempat
tinggalnya. Dan saat itulah masyarakt tersebut akan beradaptasi dengan
sendirinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara membentuk
atau menciptakan kebudayaan yang baru.
#4 Faktor perubahan Nilai Nilai dan Sikap
Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan
serta berpedoan kepada nilai nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat.
Di lain pihak nilai nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku
manusia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu
sendiri.
Dikatakan demikian karena nilai nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak petut terhadap obyek material maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
Dikatakan demikian karena nilai nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak petut terhadap obyek material maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
#5 Pengaruh Kebudayaan lain
Dengan adanya hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia di dalam
masyarakat akan terjadi kontak dan pertukaran budaya dari satu individu
ke individu lainnya. Keadaan seperti ini mendorong terjadinya proses
perubahan suatu kebudayaan yang ada di dalam suatu masyarakat. Proses
perubahan kebudayaan antara lain asimilasi, akulturasi, enkulturasi dan
inovasi.
#6 Faktor Kemajuan Teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan
perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio
mempunyai efek pada lapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama,
pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.
#7 Perubahan Kependudukan
Perubahan kependudukan bisa terjadi karena adanya gerak kemasyarakatan.
Gerak kemasyarakatan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu gerak
ekemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal
.
Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia. Bermacam
macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota anggotanya
seperti kekuatan alam maupun kekuatan kekuatan lain dalam masyarakat itu
sendiri yang tidak terlalu baik baginya.
Manusia juga mempunyai banyak kebutuhan agar kehidupannya nyaman dan tentram. Dengan akal manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk menghadapi berbagai macam kekuatan dalam kehidupannya.
Manusia juga mempunyai banyak kebutuhan agar kehidupannya nyaman dan tentram. Dengan akal manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk menghadapi berbagai macam kekuatan dalam kehidupannya.
Keberagaman budaya di Indonesia mempunyai berbagai manfaat bagi Indonesia sendiri, antara lain sebagai berikut:
- Dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia
- Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata
- Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi masyarakat.
- Jika difasilitasi dengan baik, maka keberagaman budaya dapat meingkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mendorong integrasi nasional.
Contoh Keberagaman Budaya Lokal di Masyarakat Setempat
#1 Keberagaman Suku Bangsa
Suku bangsa Jawa merupakan komunitas terbesar dari penduduk di
Indonesia, diikuti dengan suku bangsa Sunda, Madura, Minangkabau, Bugis,
Batak, Bali, Ambon, Dayak, dan sebagainya.
Menurut Van Vollenhoven suku bangsa Indonesia diklasifikasikan menjadi
19 daerah suku bangsa yaitu Aceh, Gayo Alas dan Batak, Nias dan Batu,
Minangkabau, Mentawai, Sumatera Selatan, Melayu, angka dan Belitung,
Kalimantan, Minahasa, Sangir dan Talaud, Gorontalo, Toraja, Sulawesi
Selatan, Ternate, Ambon, Kepulauan Barat Daya, Irian, Timor, Bali dan
Lombok, Jawa Tengah dan Jawa TImur, Surakarta dan Yogyakarta dan Jawa
Barat.
#2 Keberagaman Bahasa
Di Indonesia ada sekitar 250 bahasa dan dialek yang dikelompokkan
berdasarkan keompok suku bangsa yang hidup tersebar di nusantara. Bahasa
lokal atau bahasa daerah yang utama di Indonesia antara lain bahasa
Aceh, Batak, Betawi, Jawa, Sasak, Dayak, Minahasa, Toraja, Bugis, Ambon,
Irian dan bahasa bahasa daerah lainnya. Diantara bahasa bahasa daerah
tersebut terdapat ragam dialek yang berbeda beda. Bahasa nasional
Indonesia diperkenalkan secara resmi sejak kemerdekaan Indonesia dan
diberi nama bahasa Indonesia. Struktur bahasa Indonesia merupakan bahasa
Melayu yang diperkaya oleh bahasa bahasa daerah Nusantara.
#3 Keberagaman Agama
Di Indonesia para penduduknya megnantu beberapa agama, yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu.
#4 Keberagaman Kesenian
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki senian dan kebudayaan yang
berbeda. Sebagai contoh suku Jawa memiliki alat musik yang bernama
gamelan, sedangkan suku Sunda memiliki alam musik yang bernama angklung.
#5 Keberagaman Tradisi
a. Tradisi Upacara Labuhan MerapiTradisi budaya ini dilaksanakan setiap tanggal 30 rajab sebagai serangkaian kegiatan upacara penobatan Sri Sulttan Hamengkubowono X sebagai sultan Ngayogyakarta Hadiningrat.
b. Tradisi Ngaben
Adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh para penganut agama
Hindu Bali. Upacara ini dilaksanakan antara bulan Juni-September yang
merupakan kesempatan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan untuk
mengabdikan dirinya kepada orangtua yang sudah meninggal dan belum
sempat di-aben, tetapi telah dikubur.c. Tradisi batapung tawar maayun
Adalah upacara menyiapkan menjadi seorang anak yang merupakan tradisi budaya masyakat martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin
d. Tradisi era era tu urau
Adalah upacara tindik telinga untuk gadis gadis yang menginjak dewasa, yang merupakan tradisi budaya suku bangsa Waropen, Papua.
e. Tradisi adat Jawa
Beberapa tradisi masyarakat jawa diantaranya
- Brokohan, yaitu upacara kelahiran bayi
- Selapanan, yaitu upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir. Upacara ini dilaksanakan pada hari ke 35 setelah kelahiran
- Tedhak sinten, yaitu upacara bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama kali turun tanah
- Tetasan, yaitu upacara khitanan untuk puteri raja yang telah berusia 8 tahun
- Supitan, yaitu upacara khitanan untuk putera bangsawan yang sudah berusia 14 tahun
- Tarapan, yaitu upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan
Dalam proses perkawinan masyarakat suku batak memiliki beberapa tahapan yaitu
- Tahap martandang, artinya mencari jodoh. Seorang laki laki bertandang ke rumah marga ibu untuk mencari seorang gadis yang akan dijadikan istri
- Tahap marhusip. Setelah terjadi kesepakatan, pihak laki laki mengirim utusan yang disebut domu domu yang bertugas untuk menindaklanjuti keinginan pihak laki laki untuk meminang gadis pilihannya.
- Dialap jual. Pihak pengantin laki laki membawah jual (bahan makanan yang diusung di kepala dan menjemput pengantin wanita). Upacara ini berlangsung di halaman rumah pengantin wanita. Apabila upacara ini berlangsung di halaman rumah mempelai pria, upacaranya disebut ditaruhon jual.
- Pembagian jambar (hewan). Pihak mempelai pria menyerahkan seekor babi kepada pihak mempelai wanita. Pada pembagian daging hewan ini harus disepakati bagian apa saja yang harus diberikan kepada keluarga mempelai wanita.
- Prosesi di gedung pertemuan adat. Kedua mempelai menuju pelaminan yang disambut dengan tari tor tor sebagi pembukaan
- Pemberian Ulos. Keluarga mempelai pria memberikan ulos kepada pihak mempelai wanita. Manka dari upacara ini agar kedua mempelai selalu hidup bersama sama dalam suka maupun duka.
yaitu tradisi dalam rangka menyerakkan bulan puasa, dengan mengusung warak ngendog sebagai ikonnya, yaitu binatang yang menyerupai persilangan naga dan kuda yang dilengkapi dengan sebutir endhog (telur).
ndonesia kaya akan ragam seni budaya sudah semestinya Indonesia berbangga, maka sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat negeri ini untuk melestarikan dan menjaga ragam seni budaya yang ada di Indonesia ini. Jadi tidak mustahil jika banyak hasil cipta rasa dan karya dalam berbagai adat dan ragam seni budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.
Dalam pembahasan ragam seni budaya mempunyai pengertian untuk Seni budaya berasal dari dua suku kata Seni - Budaya. Untuk kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal yang diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Tapi semua
terangkum menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber- BINEKA TUNGGAL IKA dengan menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan Pancasila.
Secara devinisi budaya dapat di artikan sebegai tata cara hidup manusia
yang dilakukan secara kelompok atau masyarakat, dan di wariskan
turun-temurun dari generasi ke generasi.
Sedangkan
Seni adalah ide atau gagasan proses dari sebuah pemikiran manusia, dan
oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa
dilihat dalam intisari ekspresi dan sebuah cipta rasa manusia dalam
kreatifitas. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai,
disebab masing-masing individu manusia mempunyai cita rasa yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya.
Beberapa
para ahli devinisi mengartikan bahwa seni merupakan sebuah aktifitas
dalam perbuatan yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat
memberi kepuasan tersendiri dalam jiwa suatu manusia. Sebuah seni juga
bisa kita gambarkan dari sebuah penjiwaan yang dalam, dan berbeda antara
orang satu dengan yang lainnya.
Keanekaragaman
budaya Indonesia dariSabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak
ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan terus
dilestarikan. Tetapi, sayangnya, sebagai anak bangsa masih banyak yang
tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya tato di Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum ter ekdplorasi.
Bagi penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona alam dan lautnya.
Bagi penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona alam dan lautnya.
Tato kebudayaan indonesia
Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesiajuga
terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang
merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang
ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana
mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga
mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai
dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga
perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban
kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Contoh dari kebudayaan rakyat pesisir adalah pesta laut yang dipersembahkan untuk para leluhur
Pesta laut
Masyarakat pesisir indonesia
Dari
berbagai kebudayaan yang ada sebagai generasi muda Indonesia patutnya
kita bangga dan berusaha menghalau budaya-budaya luar yang mampu
menggerus kearifan budaya lokal Indonesia dengan semangat juang dan
nilai dasar Pancasila.
Nama-nama rumah adat dan Provinsinya:
- Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
Rumah Adat : Rumah Krong Bade
- Sumatera Utara (SUMUT)
Rumah Adat : Rumah Bolon
- Sumatera Barat
Rumah Adat : Rumah Gadang
- Riau
Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar
- Jambi
Rumah Adat : Rumah Panjang
- Sumatera Selatan (SUMSEL)
Rumah Adat : Rumah Limas
- Bangka Belitung
Rumah Adat : Rumah Rakit
- Bengkulu
Rumah Adat : Rumah Rakyat
- Lampung
Rumah Adat : Rumah Sesat
- DKI Jakarta
Rumah Adat : Rumah Kebaya
- Jawa Barat (JABAR)
Rumah Adat : Rumah Kasepuhan Cirebon
- Banten Rumah Adat : Rumah Badui
- Jawa Tengah (JATENG)
Rumah Adat : Padepokan Jawa Tengah.
- Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta
Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo.
- Jawa Timur (JATIM)
Rumah Adat : Rumah Situbondo.
- Bali
Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar.
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Sumbawa
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
Rumah Adat : Rumah Musalaki
- Kalimantan Utara (KALTARA)
Rumah Adat : Rumah Baloy.
- Kalimantan Barat (KALBAR)
Rumah Adat : Rumah Istana Kesultanan Pontianak.
- Kalimantan Tengah (KALTENG)
Rumah Adat : Rumah Betang
- Kalimantan Selatan (KALSEL)
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi.
- Kalimantan Timur (KALTIM)
Rumah Adat : Rumah Lamin.
- Sulawesi Utara (SULUT)
Rumah Adat : Rumah Pewaris
- Sulawesi Barat (SULBAR)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
- Sulawesi Tengah (SULTENG)
Rumah Adat : Rumah Tambi
- Sulawesi Tenggara (SULTRA)
Rumah Adat : Rumah Istana Buton
- Sulawesi Selatan (SULSEL)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan.
- Gorontalo
Rumah Adat : Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris.
- Maluku
Rumah Adat : Rumah Baileo
- Papua Barat
Rumah Adat : Rumah Honai.
- Papua Rumah Adat : Rumah Honai
Sumber :http://organisasi.org/daftar-nama-rumah-adat-daerah-di-indonesia-dan-asal provinsi-ibu-kota
» Alat Musik
Alat musik di Indonesia sebenarnya sangat banyak macamnya, contoh saja seperti gendang dari yogyakarta, gamelan dari jawa tengah, Angklung dari jawa barat, bende dari lampung dan masih banyak lagi.
tapi heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.
tapi heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.
Gendang, Yogyakarta Angklung, Jawa Barat
>> Tarian
Tarian Indonesia mencerminkan
kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.tetapi
kebanyakan dari orang indonesia sudah terpengaruh oleh budaya asing atau
luar. setiap suku bangsa di Indonesia pasti memmpunyai tarian khas
daerahnya sendiri-sendiri. Tradisi kuno tarian dan drama ini biasanya diajarkan seperti di sanggar-sanggar tari dan juga sekolah.
Seni tari di indonesia juga bisa masuk kedalam beberapa golongan, Dalam katagori sejarah, seni
tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah,
era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan
pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari
istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari
rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam
dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
contoh gambar tarian bercorak prasejarah dari suku pedalaman
Tari Golek Ayun-ayun, dari KeratonYogyakarta
Tarian
di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga
bangsawan; berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan
di berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari
budaya istana. Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian
rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa. Masyarakat Jawa yang
berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya. Jika golongan
bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur
spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan; masyarakat kebanyakan lebih
memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya
tarian istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin
yang dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat
lebih bebas, dan terbuka atas berbagai pengaruh.
Perlindungan
kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata
kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para
Sultan dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisigamelan pengiring tarian tersebut.
Tarian
Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan
sosial dari masyarakatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan
derajat kehalusannya. Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari rakyat
adalah tari yang dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik
di pedesaan maupun di perkotaan. Dibandingkan dengan tari istana
(keraton) yang dikembangkan dan dilindungi oleh pihak istana, tari
rakyat Indonesia lebih dinamis, enerjik, dan relatif lebih bebas dari
aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa
langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap
dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial
pergaulannya daripada fungsi ritual.
Tari
tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa
Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa,
tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu,
tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang
sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga
kini. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam
kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai
hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru
ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah
sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni
tari tradisional.
Sekolah seni tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar,Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya
mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan
mengembangkan seni tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival
tertentu seperti Festival Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama
bagi seniman tari Bali untuk menampilkan tari kreasi baru karya mereka.
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi
Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri
keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan
kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah
bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok
sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana
mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah
dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir,
dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat
peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi
kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang
ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di
Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan
kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara
dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja
keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam
konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.
Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai
keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan
yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik
masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang
dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar
kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di
dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah
membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu.
Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang
penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungan-
singgungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia
dalam berinteraksi dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu
menelisik dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban
itu. Sehingga tidak salah jika Indonesia dikatakan sebagai pusat peradaban dunia,
sebagaimana banyak para peneliti barat yang telah mengungkap hal itu. Dengan tulisan
singkat ini, kami mencoba untuk mebahas keragaman budaya yang sangat luas ini, berharap
menemukan pemahaman yang kiranya bisa membantu dalam proses belajar kita semua.
Sebelum kita memahami kebudayaan Indonesia, terlebih dahulu patut kiranya kita
memahami arti kebudayaan itu sendiri, kata kebudayaan dalam bahasa Indonesia berasal
dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang
berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang
bersankutan dengan budi dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan
dengan istilah culture. Dalam bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini di ambil
dari bahasa latin colore yg berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan
mengembangkan tanah. Dengan demikian culture atau cultuur diartikan sebagai segala
kegiatan manusiauntuk mengolah dan mengubah alam. ada pula yang berpendapat bahwa
kata budaya dari budi daya yang berarti daya dari budi, yaitu berupa cipta, karsa, dan rasa.
Adapun dari segi terminologi, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah
keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Mengenai kebudayaan Indonesia atau kebudayaan nasional banyak pengertian yang
diungkapkan oleh lembaga maupun para Ahli. Berikut beberpa pendapat masing-masing:
1. Menurut TAP MPR No. II tahun 1998
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya
dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia
untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk
memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang
kehidupan bangsa.
2. Menurut KI Hajar Dewantara
Kebudayaan nasional adalah puncak-puncak dari kebudayaan daerah.
3. Menurut Koenjaraningrat
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang khas dan bermutu dari suku bangsa
manapun asalnya asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga[2].
Dari beberapa pengertian di atas dapat kita ambil garis merah dari sebuah kebudayaan
nasional, bahwa kebudayaan nasioanal adalah sebuah kumpulan dari karya, karsa
manusia Indonesia yang berasal dari semua daerah yang ada, yang mana merupakan
puncak dari segala budaya yang beragam itu.
Unsur-unsur Kebudayaan
Clyde Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur kebudayaan, yakni sebagai berikut:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah
tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian, perternakan, sistem
Latar Belakang
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada
di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang
tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat
majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia
juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang
merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang
ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana
mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga
mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai
dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga
perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban
kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses
asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya
jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan
meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan
kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu.
Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat
keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak
saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman
budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan
kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat
dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya.
Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan
tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat
Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan
yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak
hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga
meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal
Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri
Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu.
Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti
yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di
Indonesia. Singgungan-singgungan peradaban ini pada dasarnya telah
membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan
perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan
mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban
itu. Sehingga tidak salah jika Indonesia dikatakan sebagai pusat
peradaban dunia, sebagaimana banyak para peneliti barat yang telah
mengungkap hal itu. Dengan tulisan singkat ini, kami mencoba untuk
mebahas keragaman budaya yang sangat luas ini, berharap menemukan
pemahaman yang kiranya bisa membantu dalam proses belajar kita semua.
Rumusan masalah
1. 2. 3. 4. Apa itu kebudayaan Indonesia? Seperti apa keberagaman budaya
di Indonesia? Hal-hal apa yang akan kita lakukan untuk memelihara
budaya Indonesia? Bagaimana menyikapi kebudayaan yang beragam untuk
menjaga persatuan bangsa?
1
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian
Sebelum kita memahami kebudayaan Indonesia, terlebih dahulu patut
kiranya kita memahami arti kebudayaan itu sendiri, kata kebudayaan dalam
bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan
demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang bersankutan dengan
budi dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan dengan
istilah culture. Dalam bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini
di ambil dari bahasa latin colore yg berarti mengolah, mengerjakan,
menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian culture atau
cultuur diartikan sebagai segala kegiatan manusiauntuk mengolah dan
mengubah alam. ada pula yang berpendapat bahwa kata budaya dari budi
daya yang berarti daya dari budi, yaitu berupa cipta, karsa, dan rasa.
Adapun dari segi terminologi, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan
adalah keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan belajar. Mengenai kebudayaan Indonesia atau kebudayaan nasional
banyak pengertian yang diungkapkan oleh lembaga maupun para Ahli.
Berikut beberpa pendapat masing-masing: 1. Menurut TAP MPR No. II tahun
1998 Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan
cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya
upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai
bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada
pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. 2. Menurut
KI Hajar Dewantara Kebudayaan nasional adalah puncak-puncak dari
kebudayaan daerah. 3. Menurut Koenjaraningrat Kebudayaan nasional adalah
kebudayaan yang khas dan bermutu dari suku bangsa manapun asalnya asal
bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga[2]. Dari
beberapa pengertian di atas dapat kita ambil garis merah dari sebuah
kebudayaan nasional, bahwa kebudayaan nasioanal adalah sebuah kumpulan
dari karya, karsa manusia Indonesia yang berasal dari semua daerah yang
ada, yang mana merupakan puncak dari segala budaya yang beragam itu.
Unsur-unsur Kebudayaan
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Clyde Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur kebudayaan, yakni sebagai
berikut: Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan,
alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan
sebagainya). Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian,
perternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya) Sistem
kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum,
sistem perkawinan, dan seterusnya) Bahasa (lisan maupun tertulis)
Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya) Sistem
pengetahuan
2
7.
Sistem kepercayaan (religi)
Faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi
lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social,
politik, dan budaya yang berbedabeda, seperti bahasa, adat istiadat
serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan idaentitas yang
berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki
kebudayaan local yang sangat beragam. Ada beberapa faktor antara lain :
1. Keberagaman suku bangsa 2. Keberagaman bahasa dan dialek 3.
Keberagaman agama 4. Keberagaman seni dan budaya 5. Faktor Pembentukan
budaya 6. Faktor Perubahan budaya
Cintoh-contoh Budaya Lokal
1. Budaya masyarakat sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung
tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah
(someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua.
Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda
diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. -
Sisingaan - Wayang golek - Jaipongan - Tarian Ketuk Tilu - Rampak -
Kendang - Suling - kecapi - gong,calung 2. Budaya masyarakat jawa Orang
Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama
Hindu-Buddha, - wayang. - batik - keris - gamelan 3. Budaya masyarakat
batak Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen Protestan, mereka
mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang
memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud
dalam Debata Natolu. Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal
tiga konsep, yaitu: Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang
merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia.
Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi
meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau
meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon
yang menawannya. Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki
seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang
memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang
dimiliki para raja atau hula-hula. Begu : adalah tondi orang telah
meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya
muncul pada waktu malam.
3
Manfaat Keberagaman Budaya
Tidak semua Negara memiliki keberagaman budaya seperti yang dimiliki
Indonesia. Dengan demikian keberagaman budaya memberikan manfaat bagi
bangsa kita. Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud
dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa
Indonesia. Dalam bidang pariwisata, keberagaman budaya dapat di
jadikan objek dan tujuan pariwisata di indonesia yang bisa mendatangkan
devisa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia masing-masing
daerah dapat pula di jadikan acuan bagi pembangunan nasional.
Masalah Akibat Keberagaman Budaya
Selain membawa manfaat, keberagaman budaya pun memiliki dampak negative.
Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang sama cirri-ciri, kehendak dan
adat istiadatnya tetunya lebih mudah daripada mengurus sejumlah orang
yang semuanya bebedabeda mengenai hal hal terrsebut. Potensi terpendam
untuk terrjadinya konflik karena ketegangan antar suku bangsa dan
golongan tidak bisa di abaikan begitu saja.
Ragam budaya Indonesia.
Jika kita berbicara ragam budaya, ragam budaya di Indonesia merupakan
keniscayaan, sebagaimana kita ketahui Negara Indonesia adalah Negara
kepulauan, jumlah pulau yang ada sejauh ini yang diketahui berjumlah
13.667 pulau. Dan yang dihuni sebanyak 6000 pulau dengan jumlah penduduk
diatas 200 juta, dalam 30 kestuan suku bangsa. Tentunya kebudayaan pun
akan berbeda-beda dengan berbeda-bedanya kepulauan, sehingga jika
disebutkan satu persatu kebudayaan tersebut tentunya tidak menampung
untuk lokasi sempit ini. Yang jelas, sejauh ini kebudayaan yang beragam
tersebut tidak pernah membawa kita pada konflik yang besar dalam
kesatuan Negara kita, bahkan ragam budaya di Indonesia merupakan nilai
etik yang dimiliki bangsa ini, yang membuat bangsa ini di segani dalam
kacamata internasional, sebagaimana yang dikatakan Benedic Anderson
adalah sebuah imajinasi[3]. Karena hanya bangsa Indonesia yang mampu
hidup berdampingan diantara satu budaya dan budya lainnya yang
dimiliknya dengan aman dan damai, bahkan saling memasuki satu sama lain.
padahal pada kenyataannya hal ini tentunya akan menimbulkan konflik.
Sehingga harus diakui bahwa ada keanekaragaman budaya. Namun harus
diakui pula bahwa keanekaragaman budaya itu tidak mengandaikan satu
perbedaan yang tidak terjambatani. (Andre Ata Ujan dkk, 2009: 34) maka
sesungguhnya dalam keanekaragaman budaya selalu terdapat nilai-nilai
bersama yang menjadi titik temu dalam membangun relasi sosial. Tetapi
titik temu ini seperti sudah dikemukakan dalam essensialisme budaya,
bukan merupakan budaya untuk memaksa pola dan paradigm dari budaya
tertentu agar menjadi satu nilai yang diterima secara universal,
melainkan melihat apa yang sesungguhnya merupakan nilai yang dikejar
tanpa apriori (pendekatan anti essensialist)[4] Dengan demikian
keragaman budaya di Indonesia bukanlah masalah bagi keberlangsungan
hidup masyarakat, namun bahkan bisa menjadi pendukung satu sama lain,
apa lagi ragam budaya tersebut berdasar pada ideology bangsa ini yakni
pancasila, sehingga akan terbentuklah sebuah masyarakat yang damai dan
bertoleransi tinggi.
4
Menjaga Kebudayaan Indonesia
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebudayaan nasional
kita, seperti mencintai budaya sendiri atau mengadakan acara kompetisi
seni budaya, atau seperti: 1. Mengadakan kesenian daerah sebagai
ekstarkulikuler Ekstrakulikuler adalah suatu sarana pengembangaan bakat
dan minat peserta didik di sekolah. Sehingga mereka dapat mengembangkan
potensi dan bakat yang ada di dalam diri mereka. Bila dikaitkan dengan
kebudayaan indonesia, memang masih ada beberapa sekolah yang menyediakan
ekstarkulikuler berupa tarian tradisional namun, bila dibandingkan
dengan sekolah-sekolah yang mengadakan ekstrakulikuler ala barat seperti
break dance maka, jumlah minoritas ada dikebudayaan indonesia. Bila
dicanangkan kebudayaan indonesia seperti: tarian, seni suara, dan
permainan menjadi ekstrakulikuler yang diutamakan, maka bakat para
peserta dididk yang belum dapat tersalurkan dengan baik akan tersalurkan
dengan baik. Sehingga potensi mereka pun menjadi potensi berkembangnya
dan melekatnya kebudayaan indonesia di indonesia. 2. Mengadakan berbagai
jenis perlombaan yang bertemakan kebudayaan Budaya indonesia yang
sangat beraneka ragam dan tercipta dengan proses yang sangat panjang
namun, pada saat ini akar-akar budaya yang sangat berharga bahkan tak
ternilai harganya diabaikan, dilupakan, dan sengaja ditinggalkan.
Sehingga wajar saja jika kebudayaan kita satu persatu “diculik” oleh
Negara tetangga, sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk itu
kiranya penting untuk memlihara kebudyaan kita dengan mengadakan
lomba-lomba yang bernafaskan kebudyaan, sehingga nilai-nilai penting
kebudayaan bisa tertanam sedini mungkin pada peserta lomba. 3.
Mengadakan seminar dan pertunjukan kebudayaan Dengan mengadakan seminar
dan pertunjukan kebudayaan indonesia, diharapkan dapat menimbulkan rasa
cinta dan bangga terhadap budaya indonesia. Bila kita menganalisis,
mengapa budaya barat cepat berkembang di indonesia. Bahkan, dapat
menggusur kebudayaan asli indonesia adalah karena faktor publikasi.
Publikasi yang sangat gencar dilakukan di berbagai media cetak maupun
elektronik membuat genarasi muda indonesia menjadi penasaran dan ingin
mencobanya. Pada saat mereka mencoba, mereka akan merasa sangat senang
karena hal ini disebut-sebut sebagai trensenter dan termasuk hal yang
modern. Bila kita mau lebih banyak mempublikasikan budaya kita sendiri,
bukan hal yang mustahil indonesia menjadi negara terbesar karena
keragaman budayanya. Faktanya kita sedikit lalai saja sudah ada 32
kebudayaan kita yang diklaim oleh negara/oknum lain. Usaha-usaha di
atas, hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa kita lakukan untuk
memelihara kebudayaan Indonesia, yang pada orientasinya adalah
tergantung pada diri kita sendiri. Sudah sepantasnya generasi muda untuk
bangkit mempertahankan kebudayaan mereka yakni budaya indonesia guna
bersaing dengan budaya luar, lebihlebih pada era globalisasi ini.
Menyikapi keragaman budaya di Indonesia.
Dalam menyikapi kebudayaan yang beragam di Negara Indonesia, kita bisa
melihat beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para pemikir kita,
seperti apa yang telah dilakukan oleh lembaga penelitian kebudayaan
Indonesia yang kita kenal dengan LIPI (Lembaga Ilmu dan Penelitian
Indonesia), yang kemudian berkesimpulan bahwa sesungguhnya keberagaman
budaya yang kita miliki harus kita lestarikan, karena hal itu merupakan
ciri khas bangsa Indonesia, dengan keberagaman itulah Indonesia akan
jaya.
5
Sejalan degan hal itu, UNESCO juga telah mendeklarasikan akan
pentingnya menjaga sebuah keanekaragaman dalam berbudaya, sebagaimana
yang kami kutip dalam Harian Kompas yang kami akses di internet, bahwa
deklarasi tersebut telah terjadi tanggal 20 november 2001 di paris
prancis. Deklarasi tersebut mempunyai dua tujuan yakni melestarikan
keanekawarnaan budaya sebagai harta hidup yang dapat diperbarui sehingga
tidak boleh dianggap warisan yang tidak berubah, melainkan sebagai
proses yang menjamin kelangsungan hidup manusia. Tujuan lain adalah
untuk menghindari segregasi dan fundamentalisme yang ingin menghalalkan
perbedaan atas nama kebudayaan sehingga bertentangan dengan Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia. Tambahan pula, keberagaman budaya bangsa
Indonesia memberikan nilai estetika tersendiri dalam tatanan kehidupan,
sehingga dengan begitu nilai-nilai kebudayaan semakin berkembang dengan
diikuti oleh nilai-nilai toleransi dalam masyarakat kita. Adapun dalam
menyikapi keberagaman budaya di Indonesia, kita tidak akan terlalu
dibuat repot, karena sejauh ini, di tengah keragaman budaya yang
menyelimuti bangsa ini, kita tidak pernah dihadapkan dengan pertentangan
atau perseteruan dikalangan pemegang budaya masing-masing. Karena pada
hakikatnya keragaman tersebut telah diatur dalam undang-undang dasar
yang kemudian menyatukannya dalam sebuah wadah yakni kebudayaan nasional
atau kebudayaan bangsa[7]. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana
pergulatan antara budaya kita yang beragam ini dengan budaya dari luar
yakni budaya asing, yang mana dewasa ini sedang keras-kerasnya arus
akulturasi budaya luar menyerang kebudayaan negeri kita. Sehingga kita
sering dihadapkan dengan keadaan budaya kita yang terkadang kita temukan
di ujung tanduk. Pergulatan budaya kita dengan budaya luar lebih
disebabkan dan dimulai dengan dijajahnya bangsa kita oleh beberapa
Negara Eropa, yang mana hal ini telah memakan sebagian dari budaya kita,
yang sampai kita merdeka, hal itu tetap berjalan karena keterlenaan
kita menikmati permainan mereka, sehingga muncullah sebagaimana yang
dikatakan M. tasrif dalam artikel beliau istilah kebudayaan dan relasi
yang timpang. Lantas bagaimanakah cara kita menghilangkan relasi yang
timpang tersebut?. Dewasa ini, ada dua bentuk sikap yang muncul untuk
melakukan perubahan, pertama adalah sikap reaktif yakni dengan cara
menolak dan bahkan kalau dapat menghancurkan produk-produk kebudayaan
luar. Yang kedua adalah sikap kreatif yakni menjadikan produk kebudayaan
luar sebagai bahan untuk diolah kembali secara kreatif dan disesuaikan
dengan kebudayaan saetempat. Dalam orientasinya sikap yang pertama
sejauh ini tidak memberikan hasil apapun, bahkan semakin memperburuk
keadaan seperti hilangnya nyawa dan harta, hal inilah yang dewasa ini
kita kenal dengan terorisme. Adapun yang kedua lebih efektif, karena
dengan hal itu kita bisa bersaing dengan kebudayaan luar meski awalnya
kita awali dengan mengambil budayanya. Dalam proses kreatif ini, Ki
Hajar Dewantara mengemukakan tiga hal yang dikenal dengan “tri-kon”,
yaitu: konsentrisitas, kontinuitas, dan konvergensi. Dimana yang pertama
bermakna menekankan adanya sesuatu inti (sentrum) dari mana suatu
budaya mulai digerakkan. Dan yang kedua bermakna menunjuk perkembangan
suatu kebudayaan dalam waktu: hari ini adalah lanjutan hari lampau dan
akan berlanjut ke hari esok. Adapun yang ketiga adalah menunjuk gerak
kebudayaan dalam ruang, dimana kebudayaan yang berbedabeda akan menuju
ke satu kebudayaan dunia yakni kebudayaan umat manusia. Dengan demikian
dalam menyikapi kebudayaan bangsa kita yang beragam ini, perlu adanya
kesadaran diri untuk mencintai budaya sendiri dengan tidak terlalu
membudayakan budaya luar, misalnya dengan menggali nilai-nilai inti atau
idiologi bangsa kita, (dalam hal ini pancasila) guna membentuk sebuah
ukuran bermu’amalah dari nilai dasar tersebut agar tercipta sebuah
budaya yang mengakar dalam inti ideologi tersebut yang pada hakikatnya
menjadi ruh bangsa Indonesia sendiri.
6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan bersama yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia yang merupakan puncak tertinggi dari kebudayaan-kebudayaan
daerah. Kebudayaan nasional sendiri memiliki banyak bentuk karena pada
daasarnya berasal dari jenis dan corak yang beraneka ragam, namun hal
itu bukanlah menjadi masalah karena dengan hal itulah bangsa kita
memiliki karakteristik tersendiri. Untuk memelihara dan menjaga
eksisitensi kebudayaan bangsa kita, kita bisa melakukan banyak hal
seperti mengadakan lomba-lomba dan seminar-seminar yang bernafaskan
kebudayaan nasional sehigga akan terjagalah kebudayaan kita dari
keterpurukan karena persaingan dengan budaya luar. Dan dalam menyikapi
keberagaman yang ada kita harus bisa bercermin pada inti kebudayaan kita
yang beragam itu karena pada dasarnya segalanya bertolak pada ideology
pancasila. Untuk menghadapi dampak negatif keberagaman budaya tentu
perlu dikembangkan berbagai sikap dan paham yang dapat menikis
kesalahpahaman dan membangun benteng saling pengertian. Gagasan yang
menarik untuk diangkat dalam konteks ini adalah multikulturalisme dan
sikap toleransi dan empati.
Saran
Peran pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik nasional
yang dapat mengakomodasikan aprisiasi masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang berbeda beda. Peran masyarakat meminimalkan perbedaan
yang ada dan berpijak pada kesamaan kesamaan yang dimiliki oleh setiap
budaya daerah.
7
DAFTAR PUSTAKA
http://www.anneahira.com/7-unsurkebudayaan.htmhttp://ltoeti.wordpress.com/2009/01/31/faktor-faktor-penyebabkeberagaman-budaya/
http://www.anneahira.com/macam-macam-budaya.htm
8
produksi, sistem distribusi, dan sebagainya)
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem
perkawinan, dan seterusnya)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
6. Sistem pengetahuan
7. Sistem kepercayaan (religi)
Faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13
ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-
beda, seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan
idaentitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki
kebudayaan local yang sangat beragam.
Ada beberapa faktor antara lain :
1. Keberagaman suku bangsa
2. Keberagaman bahasa dan dialek
3. Keberagaman agama
4. Keberagaman seni dan budaya
5. Faktor Pembentukan budaya
6. Faktor Perubahan budaya
Cintoh-contoh Budaya Lokal
1. Budaya masyarakat sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi
sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah),
murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya
dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana
menggunakan bahasa halus untuk orang tua.
- Sisingaan - Wayang golek - Jaipongan
- Tarian Ketuk Tilu - Rampak - Kendang
- Suling - kecapi - gong,calung
2. Budaya masyarakat jawa Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang
terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha,
- wayang. - batik
- keris - gamelan
3. Budaya masyarakat batak Sebelum suku Batak Toba menganut agama Kristen
Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi
Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud
dalam Debata Natolu. Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga
konsep, yaitu:
Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena
itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di

Tidak ada komentar:
Posting Komentar